BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kanker merupakan salah
satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di
dunia maupun indonesia. Kanker yang paling banyak terjadi di indonesia adalah
kanker payudara dan serviks dengan pravalensi kanker payudara dengan angka kejadian
26 per 100. 000 perempuan, di susul kanker leher rahim dengan 16 per 100.000
perempuan ( Depkes, 2011 ). Kanker payudara merupakan suatu jenis kanker yang
dapat menyerang siapa saja baik kaum wanita maupun pria. Hingga kini kanker
payudara masih menjadi momok terutama pada kaum wanita oleh karena kanker
payudara ini di indetikan dengan sebuah keganasan yang dapat berakibat pada
kematian ( Soemitro, 2012 ).
Menurut WHO 8-9% wanita
akan mengalami kanker payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis
kanker yang paling banyak ditemui wanita. Setiap tahun lebih dari 250.000 atau
setiap jam terdapat 28 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan
kurang lebih 175.000 atau setiap jam terdapat 19 kasus baru kanker payudara
terdiagnosa di Amerika Serikat (Natioanl Cancer Instituti, 2013). Resiko yang
dapat diindetifikasi secara dini sebagai kemungkinan terjadinya kanker payudara
yaitu antara lain faktor risiko yang tidak dapat dihindari seperti usia dan
riwayat genetik kemudian faktor resiko yang dapat dihindari yaitu seperti gaya
hidup (Pamungkas, 2011 ). Tingginya jumlah penderita kanker payudara di
Indonesia, di sebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya. Salah satu
faktor resiko yang menyebabkan tingginya kejadian kanker di Indonesia yaitu
pravelensi merokok 23,7 %, obesitas umum penduduk berusia > 15 tahun pada
laki-laki 13,9%, dan pada perempuan 23,8% ( Depkes 2011 ).
Pengetahuan perempuan
tentang resiko dan manfaat dari deteksi dini kanker payudara berpengaruh poitif
terhadap keyakinan mereka tentang kesehatan, sikap, dan perilaku, sehingga
perawatan kesehatan profossional dapat mengembangkan program kesehatan payudara
yang efektif. Dengan adanya pengetahuan yang cukup diharapkan para remaja akan
mampu memotivasi diri mereka untuk melakukan tindakan yang berkaitan dengan
upaya pencegahan dini (Erbil, 2012).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFINISI
Kanker payudara disebut
juga dengan Carcinoma Mamae adalah
sebuah tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara ( Suryaningsih, 2009 ).
Kanker Payudara terjadi karena terganggunya sistem pertumbuhan sel di dalam
jaringan payudara. Kanker payudara sebagaimana sel kanker lainnya, memiliki
perkembangan prakanker yang sangat lambat dan tidak menimbulkan gejala, sehingga
seringkali seorang pengidap tidak merasa jika ia tengah dijangkiti sel kanker
(Nurcahyo, 2010 ).
B. PENYEBAB
Penyebab kanker belum
diketahui namun banyak sekali pemicunya antara lain adanya petumbuhan tidak
noral sel dalam payudara dan terjadi penuaan sel ( Suryaningsih, 2009 ).
C. JENIS-JENIS
KANKER PAYUDARA
Jenis-jenis kanker
payudara antara lain menurut Nurcahyo tahun 2010:
1. Tumor
Jinak ( Fibroadenoma Mamae )
Tumor jinak berkembang di jaringan dan
kelenjar susu.
2.
LCIS ( Lobular Carcinoma In Situ )
LCSI ini tidak meluas, melainkan hanya
terjebak pada kelenjar susu.
3. DCIS
( Ductal Carcinoma In Situ )
4. DCIS
adalah perkembangan sel abnormal yang menyerang sel-sel pada saluran susu.
5. ILC
( Infitrating Lobular Carcinoma )
6. Kanker
jenis ini menyerang jaringan payudara di bawah kulit, didalam kelenjar susu dan
menyebar ke jaringan lemak serta jaringan penyangga payudara.
7. IDC
( Infitrating Ductal Carcinoma )
Jenis kanker ini yang
paling banyak menyerang IDC berawal dari saluran susu dan menyebar melalui
aliran darah serta jaringan limfa ke bagian tubuh lainnya.
D. PEMICU
KANKER PAYUDARA
Faktor pemicu atau
faktor resiko tumbuhnya sel kanker payudara antara lain menurut Nurcahyo, 2010
:
1. Keturnan
2. Usia
Reproduksi
3. Penggunaan
hormon buatan
4. Konsumsi
lemak berlebih
5. Radiasi
6. Periode
usia subur
7. Faktor
usia dan ras
8. Kepadatan
payudara
9. Masa
menyusui
10. Pemakaian
obat DES
11. Konsumsi
alkohol
12. Kebiasaan
merokok
13. Makanan
Faktor resiko timbulnya
kanker payudara pada wanita menurut Saryono, 2008 :
1. Mendapat
haid pertama saat berumur kurang dari 10 tahun
2. Menopause
setelah umur 50 tahun
3. Wanita
menikah tetapi tidak punya anak
4. Tidak
pernah menyusui anak
5. Mengalami
trauma berulang kali pada payudara
6. Diantara
anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara
7. Konsumsi
obat yang mengandung estrogen jangka panjang ( pil, KB, HRT )
E. Manifestasi
Klinik
Gejala-gejala yang
dapat dirasakan penderita kanker adalah sebagai berikut menurut Suryaningsih,
2009 :
1. Timbul
benjolan
2. Bentuk
dan ukuran payudara berubah
3. Tahapan
benjolan per stadium
4. Timbul
benjolan kecil di bawah ketiak
5. Keluar
darah, nanah atau cairan encer dari puting susu
6. Kulit
payudara menggerut seperti kulit jeruk
7. Pada
stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan
lengan atau ulserasi kulit.
F. PENATAKLASANAAN
KANKER PAYUDARA
1. PENCEGAHAN
a. Pencegahan
primer
Pencegahan primer adalah pencegahan yang
paling utama. Caranya adalah dengan upaya menghindarkan diri dari keterpaparan
pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat ( Suryaningsih,
2009 )
Hal-hal yang dapat dilakukan dengan
pencegahan primer, yaitu (Nurcahyo, 2010) :
1) Pahami
keadaan diri anda
2) Mengatur
usia reproduksi
3) Berikan
ASI pada anak anda
4) Menjaga
berat badan
5) Hindari
alkohol dan rokok
6) Diet
makanan sehat
7) Menghindari
stress
8) Olah
Raga
9) Makanan
lebih banyak buah dan sayuran
10) Cukup
kebutuhan vitamin D
b. Pencegahan
sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap
individu yang memiliki resiko untuk terkena kanker payudara. Pencegahan
sekunder di lakukan dengan melakukan deteksi dini melalui beberapa metode
seperti mamografi atau SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri ) ( Badi’ah, 2013
).
c. Pencegahan
Tersier
Pencegahan ini ditujukan pada individu
yang telah positif menderita kanker payudara dan penting untuk meningkatkan
kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan
pengobatan. Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan (
Suryaningsih, 2009 ):
1) Operasi
walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita
2) Tindakan
kemoterapi dengan sitostatika
3) Pada
stadium tertentu, pengobatan diberikan hanya berupa simptomatik.
4) Dianjurkan
untuk mencari pengobatan alternatif.
2. PENGOBATAN
Metode pengobatan kanker payudara adalah
sebagai berikut :
1. Lumpectomy
Lumpectomy adalah prosedur pengangkatan
jaringan tumor dan sebagaian jaringan normal di sekitarnya.
2. Mastektomi
Mastektomi adalah prosedur pengangkatan
seluruh jaringan payudara pengidap kanker sehingga ia tidak lagi memiliki
payudara.
3. Terapi
Radiasi
Terapi radiasi atau terapi penyinaran
adalah sebuah metode terapi dengan menambahkan sinar X atau partikel ion
lainnya ke tumor. Terapi ini dapat di lakukan untuk beberapa tujuan, misalnya :
1) Mengecilkan
sel tumor sebelum pengangkatan tumor melalui mastektomi.
2) Mematikan
sel tumor dengan kombinasi pengobatan kemoterapi.
3) Mematikan
sel kanker yang tersisa setelah sel tumor utama di angkat.
4. Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan menggunakan
obat yang di berikan secara oral maupun di suntik. Kemoterapi umumnya menggunakan
obat dosis tinggi yang bekerja didalam sel. Kemoterapi bertujuan untuk
melemahkan sel kanker dan menghambat pembelahannya atau bahkan mematikan sel
kanker ( Nurcahyo, 2010 )
DAFTAR PUSTAKA
·
Abdulah N, 2013, Hubungan Pengetahuan Tentang Kanker Payudara Dengan Cara Periksa Payudara
Sendiri Pada Mahasiswi Semester Iv Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Ejournal,
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas KedokteranUnivesitas Sam Ratulangi
Manado.
·
Viviyawati, 2014, Pengaruh Pendidikan
Kesehatan Tentang Pemeriksaan SADARI Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara
Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Di SMKN 1 Karangnanyer, Skripsi, Program Studi Sarjana
Keperawatan Stikes Kusuma Husada Surakarta.
·
Fauzuah J, 2012, Hubungan Antara Efikasi
Diri Dengan Perilaku Mencari Pengobatan Pada Penderita Kanker Payudara Di RSUD
Ibnu Sina Gresik, Skripsi, Program
Studi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
Created by: IRMAS 01 BAEATURRIDWAN







0 komentar:
Posting Komentar