BAEATURRIDWAN

Kamis, 03 November 2016

AGENDA SOSIAL IRMAS 01

Silahturami dan Do'a Bersama kepada Ibu Anti yang menderita Kanker Payudara (Ca Mamae)





 BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di dunia maupun indonesia. Kanker yang paling banyak terjadi di indonesia adalah kanker payudara dan serviks dengan pravalensi kanker payudara dengan angka kejadian 26 per 100. 000 perempuan, di susul kanker leher rahim dengan 16 per 100.000 perempuan ( Depkes, 2011 ). Kanker payudara merupakan suatu jenis kanker yang dapat menyerang siapa saja baik kaum wanita maupun pria. Hingga kini kanker payudara masih menjadi momok terutama pada kaum wanita oleh karena kanker payudara ini di indetikan dengan sebuah keganasan yang dapat berakibat pada kematian ( Soemitro, 2012 ).
Menurut WHO 8-9% wanita akan mengalami kanker payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui wanita. Setiap tahun lebih dari 250.000 atau setiap jam terdapat 28 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan kurang lebih 175.000 atau setiap jam terdapat 19 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Amerika Serikat (Natioanl Cancer Instituti, 2013). Resiko yang dapat diindetifikasi secara dini sebagai kemungkinan terjadinya kanker payudara yaitu antara lain faktor risiko yang tidak dapat dihindari seperti usia dan riwayat genetik kemudian faktor resiko yang dapat dihindari yaitu seperti gaya hidup (Pamungkas, 2011 ). Tingginya jumlah penderita kanker payudara di Indonesia, di sebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya. Salah satu faktor resiko yang menyebabkan tingginya kejadian kanker di Indonesia yaitu pravelensi merokok 23,7 %, obesitas umum penduduk berusia > 15 tahun pada laki-laki 13,9%, dan pada perempuan 23,8% ( Depkes 2011 ).
Pengetahuan perempuan tentang resiko dan manfaat dari deteksi dini kanker payudara berpengaruh poitif terhadap keyakinan mereka tentang kesehatan, sikap, dan perilaku, sehingga perawatan kesehatan profossional dapat mengembangkan program kesehatan payudara yang efektif. Dengan adanya pengetahuan yang cukup diharapkan para remaja akan mampu memotivasi diri mereka untuk melakukan tindakan yang berkaitan dengan upaya pencegahan dini (Erbil, 2012).


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.  DEFINISI
Kanker payudara disebut juga dengan Carcinoma Mamae adalah sebuah tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara ( Suryaningsih, 2009 ). Kanker Payudara terjadi karena terganggunya sistem pertumbuhan sel di dalam jaringan payudara. Kanker payudara sebagaimana sel kanker lainnya, memiliki perkembangan prakanker yang sangat lambat dan tidak menimbulkan gejala, sehingga seringkali seorang pengidap tidak merasa jika ia tengah dijangkiti sel kanker (Nurcahyo, 2010 ).

B.  PENYEBAB
Penyebab kanker belum diketahui namun banyak sekali pemicunya antara lain adanya petumbuhan tidak noral sel dalam payudara dan terjadi penuaan sel ( Suryaningsih, 2009 ).

C.  JENIS-JENIS KANKER PAYUDARA
Jenis-jenis kanker payudara antara lain menurut Nurcahyo tahun 2010:
1.    Tumor Jinak ( Fibroadenoma Mamae )
Tumor jinak berkembang di jaringan dan kelenjar susu.
2.    LCIS ( Lobular Carcinoma In Situ )
LCSI ini tidak meluas, melainkan hanya terjebak pada kelenjar susu.
3.    DCIS ( Ductal Carcinoma In Situ )
4.    DCIS adalah perkembangan sel abnormal yang menyerang sel-sel pada saluran susu.
5.    ILC ( Infitrating Lobular Carcinoma )
6.    Kanker jenis ini menyerang jaringan payudara di bawah kulit, didalam kelenjar susu dan menyebar ke jaringan lemak serta jaringan penyangga payudara.
7.    IDC ( Infitrating Ductal Carcinoma )

Jenis kanker ini yang paling banyak menyerang IDC berawal dari saluran susu dan menyebar melalui aliran darah serta jaringan limfa ke bagian tubuh lainnya.
D.  PEMICU KANKER PAYUDARA
Faktor pemicu atau faktor resiko tumbuhnya sel kanker payudara antara lain menurut Nurcahyo, 2010 :
1.    Keturnan
2.    Usia Reproduksi
3.    Penggunaan hormon buatan
4.    Konsumsi lemak berlebih
5.    Radiasi
6.    Periode usia subur
7.    Faktor usia dan ras
8.    Kepadatan payudara
9.    Masa menyusui
10.     Pemakaian obat DES
11.     Konsumsi alkohol
12.     Kebiasaan merokok
13.     Makanan

Faktor resiko timbulnya kanker payudara pada wanita menurut Saryono, 2008 :
1.    Mendapat haid pertama saat berumur kurang dari 10 tahun
2.    Menopause setelah umur 50 tahun
3.    Wanita menikah tetapi tidak punya anak
4.    Tidak pernah menyusui anak
5.    Mengalami trauma berulang kali pada payudara
6.    Diantara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara
7.    Konsumsi obat yang mengandung estrogen jangka panjang ( pil, KB, HRT )

E.   Manifestasi Klinik
Gejala-gejala yang dapat dirasakan penderita kanker adalah sebagai berikut menurut Suryaningsih, 2009 :
1.    Timbul benjolan
2.    Bentuk dan ukuran payudara berubah
3.    Tahapan benjolan per stadium
4.    Timbul benjolan kecil di bawah ketiak
5.    Keluar darah, nanah atau cairan encer dari puting susu
6.    Kulit payudara menggerut seperti kulit jeruk
7.    Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

F.   PENATAKLASANAAN KANKER PAYUDARA
1.    PENCEGAHAN
a.    Pencegahan primer
Pencegahan primer adalah pencegahan yang paling utama. Caranya adalah dengan upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat ( Suryaningsih, 2009 )
Hal-hal yang dapat dilakukan dengan pencegahan primer, yaitu (Nurcahyo, 2010) :
1)   Pahami keadaan diri anda
2)   Mengatur usia reproduksi
3)   Berikan ASI pada anak anda
4)   Menjaga berat badan
5)   Hindari alkohol dan rokok
6)   Diet makanan sehat
7)   Menghindari stress
8)   Olah Raga
9)   Makanan lebih banyak buah dan sayuran
10)    Cukup kebutuhan vitamin D
b.    Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki resiko untuk terkena kanker payudara. Pencegahan sekunder di lakukan dengan melakukan deteksi dini melalui beberapa metode seperti mamografi atau SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri ) ( Badi’ah, 2013 ).
c.    Pencegahan Tersier
Pencegahan ini ditujukan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara dan penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan ( Suryaningsih, 2009 ):
1)   Operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita
2)   Tindakan kemoterapi dengan sitostatika
3)   Pada stadium tertentu, pengobatan diberikan hanya berupa simptomatik.
4)   Dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.
2.      PENGOBATAN
Metode pengobatan kanker payudara adalah sebagai berikut :
1.    Lumpectomy
Lumpectomy adalah prosedur pengangkatan jaringan tumor dan sebagaian jaringan normal di sekitarnya.
2.    Mastektomi
Mastektomi adalah prosedur pengangkatan seluruh jaringan payudara pengidap kanker sehingga ia tidak lagi memiliki payudara.
3.    Terapi Radiasi
Terapi radiasi atau terapi penyinaran adalah sebuah metode terapi dengan menambahkan sinar X atau partikel ion lainnya ke tumor. Terapi ini dapat di lakukan untuk beberapa tujuan, misalnya :
1)   Mengecilkan sel tumor sebelum pengangkatan tumor melalui mastektomi.
2)   Mematikan sel tumor dengan kombinasi pengobatan kemoterapi.
3)   Mematikan sel kanker yang tersisa setelah sel tumor utama di angkat.
4.    Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan menggunakan obat yang di berikan secara oral maupun di suntik. Kemoterapi umumnya menggunakan obat dosis tinggi yang bekerja didalam sel. Kemoterapi bertujuan untuk melemahkan sel kanker dan menghambat pembelahannya atau bahkan mematikan sel kanker ( Nurcahyo, 2010 )



DAFTAR PUSTAKA
·         Abdulah N, 2013, Hubungan Pengetahuan Tentang Kanker Payudara Dengan Cara Periksa Payudara Sendiri Pada Mahasiswi Semester Iv Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Ejournal, Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas KedokteranUnivesitas Sam Ratulangi Manado.
·         Viviyawati, 2014, Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pemeriksaan SADARI Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Di SMKN 1 Karangnanyer, Skripsi, Program Studi Sarjana Keperawatan Stikes Kusuma Husada Surakarta.
·         Fauzuah J, 2012, Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Perilaku Mencari Pengobatan Pada Penderita Kanker Payudara Di RSUD Ibnu Sina Gresik, Skripsi, Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.


Created by: IRMAS 01 BAEATURRIDWAN
Share:

VISI DAN MISI IRMAS 01


VISI DAN MISI IRMAS 01
A.    VISI
Menjadi pemuda IRMAS yang ber Agama, penuh prestasi dan human

B.     MISI
1.         Terwujudnya pemuda/pemudi IRMAS yang bertakwa kepada tuhan yang maha esa
2.         Terwujudnya pemuda/pemudi IRMAS yang berakhlak mulia dan meningkatkan wawasan islam agar menjadi uswatun hasanah bagi keluarga, teman, dan masyarakat.
3.         Terwujudnya prestasi baik dalam segi akademik dan non-akademik
4.         Terwujudnya kesejahteraan masyarakat khusunya pemuda/pemudi IRMAS sebagai pelaksana fungsi sosialnya sebagai manusia pembangun yang mampu mengatasi masalah sosial di lingkungannya.

Share:

Fanspage

Instagram

SLIDE1

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Bonjour & Welcome

Follow us on Facebook